Cara Menurunkan Tingkat Resiko Kegagalan Hasil Rancangan
- 1. Cara
menurunkan tingkat kegagalan hasil rancangan dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Perencanaan
Perencanaan
adalah suatu kegiatan pokok dan penting sebelum melaksanakan sebuah proyek.( http://www.ilmusipil.com/perencanaan-bangunan-bertingkat )
Pada
tahap perencanaan yang menjadi penyebab dan frekuensi tertinggi kegagalan
proyek konstruksi adalah terjadi kesalahan hasil pengukuran kuantitas pekerjaan
yang tidak sesuai kondisi lapangan ( UAJY repository
)
2.
Pelaksanaan
Pelaksaan
dilakukan bertujuan untuk memberikan layanan jasa pelaksanaan dalam pengerjaan
sebuah proyek. Kegiatan dalam pelaksanaan konstruksi ini meliputi rangkaian
kegiatan yang dimulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan hasil
akhir pekerjaan konstruksi sebuah proyek. Orang yang melakukan peran dalam
melakukan pelaksanaan konstruksi disebut dengan Kontraktor Konstruksi. (https://www.adhyaksapersada.co.id/pelaksana-konstruksi/ )
3.
Pengawasan
Pada
tahap pengawasan yang menjadi penyebab dan frekuensi terjadinya kegagalan
proyek konstruksi adalah tidak melakukan prosedur pengawasan dengan benar. ( UAJY repository
)
- 2.
Faktor Alam
merupakan hal yang penting dalam merancang sebuah bangunan, yang meliputi :
·
Kekuatan /
Strength, dibuka dari pondasi yang kuat menyangga beban diatasnya, sloof, kolom
dan balok yang tahan terhadap berat sendiri bangunan, beban bergerak, beban
angin, gempa dan yang lainya.
·
Stabilitas / Stability,
bagaimana caranya supaya bangunan dapat tetap berada pada posisi yang
direncanakan, tidak oleng atau bahkan roboh.
·
Estetika /
Keindahan / Aesthetic, bila yang ini dapat dilakukan otak-atik guna mendapatkan
desain terbaik, dengan membuat format tertentuk, memadukan warna, pemilihan
material serta hal-hal beda yang dapat meningkatkan keindahan bangunan.
·
Ekonomis /
Economic, faktor ongkos juga paling penting, tidak sedikit orang mengharapkan
bangunan terbaik dan termegah namun ongkos yang terdapat terbatas, oleh karena
tersebut desainya pun perlu dicocokkan dengan budget yang tersedia.
·
Ramah lingkungan /
Green, contohnya tetap menjaga eksistensi pepohonan yang telah ada sebelum
menegakkan bangunan, mengotimalkan penyinaran alami guna menghemat pemakaian
energi listrik.
·
Kesehatan /
Health, misalnya jarak septictank paling tidak 10 meter dari sumur bilamana
menggunakan sumber air tanah, masing-masing ruangan dicoba ada jendela sebagai
ventilasi udara bersih.
·
Kenyamanan /
Comfort, ada tidak sedikit hal yang berhubungan kenyamanan laksana lebar dan
tinggi anak tangga yang pas, posisi pintu kamar istirahat tidak langsung
menghadap menghadap ruang tamu, dan yang lainya.
( https://jasa-arsitek.com/faktor-yang-harus-diperhatikan-pada-saat-perencanaan-bangunan/ )
- 3.
Perbedaan Analisis
dan Sintesis
Penelitian ( Analisis ) merupakan kegiatan
pengembangan pengetahuan tentang persoalan spesifik tertentu.
Fenomena tertentu diurai menjadi persoalan-persoalan kecil, karakteristik
persoalan tersebut diidentifikasi, ciri-khas yang dimiliki
dan pattern (ilmu) yang tersembunyi di dalamnya diungkap menggunakan
metode-metode analisis. Analisis (mengurai) merupakan core kegiatan
penelitian.
Sebaliknya, perancangan ( design ) merupakan
kegiatan merangkai berbagai persoalan menjadi satu kesatuan yang utuh. Berbagai
persoalan dipahami dan dirangkai menjadi satu kesatuan ruang dan bentuk.
Sintesis (merangkai) merupakan core kegiatan perancangan.
( https://iplbi.or.id/perbedaan-penelitian-dan-perancangan/ )









