Jumat, 02 Oktober 2020

Cara Menurunkan Tingkat Resiko Kegagalan Hasil Rancangan

 Cara Menurunkan Tingkat Resiko Kegagalan Hasil Rancangan


  1. 1.      Cara menurunkan tingkat kegagalan hasil rancangan dibagi menjadi 3, yaitu :

1.      Perencanaan

Perencanaan adalah suatu kegiatan pokok dan penting sebelum melaksanakan sebuah proyek.( http://www.ilmusipil.com/perencanaan-bangunan-bertingkat )

Pada tahap perencanaan yang menjadi penyebab dan frekuensi tertinggi kegagalan proyek konstruksi adalah terjadi kesalahan hasil pengukuran kuantitas pekerjaan yang tidak sesuai kondisi lapangan ( UAJY repository )

2.      Pelaksanaan

Pelaksaan dilakukan bertujuan untuk memberikan layanan jasa pelaksanaan dalam pengerjaan sebuah proyek. Kegiatan dalam pelaksanaan konstruksi ini meliputi rangkaian kegiatan yang dimulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan hasil akhir pekerjaan konstruksi sebuah proyek. Orang yang melakukan peran dalam melakukan pelaksanaan konstruksi disebut dengan Kontraktor Konstruksi. (https://www.adhyaksapersada.co.id/pelaksana-konstruksi/ )

3.      Pengawasan

Pada tahap pengawasan yang menjadi penyebab dan frekuensi terjadinya kegagalan proyek konstruksi adalah tidak melakukan prosedur pengawasan dengan benar. ( UAJY repository )

 

  1. 2.      Faktor Alam merupakan hal yang penting dalam merancang sebuah bangunan, yang meliputi :

·         Kekuatan / Strength, dibuka dari pondasi yang kuat menyangga beban diatasnya, sloof, kolom dan balok yang tahan terhadap berat sendiri bangunan, beban bergerak, beban angin, gempa dan yang lainya.

·         Stabilitas / Stability, bagaimana caranya supaya bangunan dapat tetap berada pada posisi yang direncanakan, tidak oleng atau bahkan roboh.

·         Estetika / Keindahan / Aesthetic, bila yang ini dapat dilakukan otak-atik guna mendapatkan desain terbaik, dengan membuat format tertentuk, memadukan warna, pemilihan material serta hal-hal beda yang dapat meningkatkan keindahan bangunan.

·         Ekonomis / Economic, faktor ongkos juga paling penting, tidak sedikit orang mengharapkan bangunan terbaik dan termegah namun ongkos yang terdapat terbatas, oleh karena tersebut desainya pun perlu dicocokkan dengan budget yang tersedia.

·         Ramah lingkungan / Green, contohnya tetap menjaga eksistensi pepohonan yang telah ada sebelum menegakkan bangunan, mengotimalkan penyinaran alami guna menghemat pemakaian energi listrik.

·         Kesehatan / Health, misalnya jarak septictank paling tidak 10 meter dari sumur bilamana menggunakan sumber air tanah, masing-masing ruangan dicoba ada jendela sebagai ventilasi udara bersih.

·         Kenyamanan / Comfort, ada tidak sedikit hal yang berhubungan kenyamanan laksana lebar dan tinggi anak tangga yang pas, posisi pintu kamar istirahat tidak langsung menghadap menghadap ruang tamu, dan yang lainya.

( https://jasa-arsitek.com/faktor-yang-harus-diperhatikan-pada-saat-perencanaan-bangunan/ )

 

  1. 3.      Perbedaan Analisis dan Sintesis

Penelitian ( Analisis )  merupakan kegiatan pengembangan pengetahuan tentang persoalan spesifik tertentu. Fenomena tertentu diurai menjadi persoalan-persoalan kecil, karakteristik persoalan tersebut diidentifikasi, ciri-khas yang dimiliki dan pattern (ilmu) yang tersembunyi di dalamnya diungkap menggunakan metode-metode analisis. Analisis (mengurai) merupakan core kegiatan penelitian.

Sebaliknya, perancangan ( design ) merupakan kegiatan merangkai berbagai persoalan menjadi satu kesatuan yang utuh. Berbagai persoalan dipahami dan dirangkai menjadi satu kesatuan ruang dan bentuk. Sintesis (merangkai) merupakan core kegiatan perancangan.

( https://iplbi.or.id/perbedaan-penelitian-dan-perancangan/ )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Menurunkan Tingkat Resiko Kegagalan Hasil Rancangan

 Cara Menurunkan Tingkat Resiko Kegagalan Hasil Rancangan 1.       Cara menurunkan tingkat kegagalan hasil rancangan dibagi menjadi 3, yaitu...